Teknologi Ikut Berperan dalam Percepatan Keuangan Inklusif
Posted in: Teknologi

Teknologi Ikut Berperan dalam Percepatan Keuangan Inklusif

Teknologi Ikut Berperan dalam Percepatan Keuangan Inklusif

Teknologi Ikut Berperan dalam Percepatan Keuangan Inklusif
Teknologi Ikut Berperan dalam Percepatan Keuangan Inklusif

JAKARTA – Perkembangan teknologi, khususnya financial technology

(fintech), turut berperan dalam upaya percepatan keuangan inklusif. Terlebih percepatan keuangan inklusif dibutuhkan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tingkat kesejahteraan, dan mengurangi ketimpangan serta kemiskinan di Tanah Air.

“Keuangan inklusif adalah kondisi ketika setiap anggota masyarakat mempunyai

akses terhadap berbagai layanan keuangan formal yang berkualitas secara tepat waktu, lancar dan aman dengan biaya terjangkau sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, selaku Ketua Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI), Iskandar Simorangkir saat memberikan sambutan di acara peluncuran hasil survei nasional Inklusi Keuangan Indonesia 2018 di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Pasca tiga tahun ditetapkannya Strategi Nasional Keuangan Inklusif melalui

Perpres No 82/2016, telah dilaksanakan Survei Nasional Keuangan Inklusif pada akhir 2018 hingga awal 2019 yang mengukur pencapaian target utama. Dalam pelaksanaan survei, Satuan Tugas Survei dari Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) melakukan survei Financial Inclusion Insights dengan representasi nasional untuk mengukur akses masyarakat kepada layanan keuangan formal di Indonesia. Inklusi keuangan di Indonesia diukur melalui akses berupa penggunaan layanan keuangan formal dan kepemilikan akun.

Baca Juga:

Alat Sterilisasi Alkohol Bisa Hancurkan Lapisan Luar Virus
Sesuai Kebutuhan Digital, Jurusan Mechatronic Jadi Jurusan Favorit

Satuan Tugas Survei beranggotakan para perwakilan dari Kemenko Perekonomian, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Badan Pusat Statistik, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Negara/Bappenas.

Survei ini melibatkan 6.695 orang dewasa (usia 15+) yang merupakan anggota rumah tangga di seluruh provinsi dengan proyeksi populasi nasional 2018 penduduk perkotaan/pedesaan dan jenis kelamin. Bobot sampling dinormalisasi di tingkat nasional agar jumlah kasus tertimbang sama dengan jumlah sampel. Bobot digunakan untuk membuat kesimpulan tentang populasi target di tingkat nasional dan untuk daerah perkotaan dan pedesaan secara terpisah.

 

Baca Juga :