Tangkai Sari (Filamentun) & Kepala Sari
Posted in: Pendidikan

Tangkai Sari (Filamentun) & Kepala Sari

Tangkai Sari (Filamentun) & Kepala Sari

Tangkai Sari (Filamentun) & Kepala Sari
Tangkai Sari (Filamentun) & Kepala Sari

Tangkai Sari (Filamentun)

Melihat jumlahnya berkas yang merupakan perlekatan benang-benang sari tadi dapat dibedakan:
a. Benang sari berbekas satu atau benang sari bertukal satu yaitu jika semua tangkai sari pada satu bunga berlekatan menjadi satu. Merupakan suatu berkas yang tengahnya berongga dan hanya bagian ujung tangkai sari yang mendukung kepala sari saja yang masih bebas satu sama lain. Seperti dapat kita lihat pada bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis L.)

b. Berkas sari berkas dua atau benang sari bertukal dua (diadelphus), jika benang sari terbagii menjadi dua kelompok dengan tangkai yang berlekatan dalam masing-masing kelompok. Jumlah tangkai sari dalam masing;masing kelompok tidak perlu sama. Seperti misalnya pada tumbuhan berbunga kupu-kupu (Papilionaceae), yang dalam setiap bunga terdapat 10 benang sari yang tersusun dalam 2 berkas, yang satu terdiri atas 9 tangkai sari, sedang berkas yang lain hanya terdiri atas 1 tangkai sari saja.

c. Benang sari berbekas banyak atau benang sari bertukal banyak, yaitu jika dalam suatu bunga yang mempunyai banyak benang sari , tangkai sarinya tersusun menjadi beberapa kelompok atau atau berkas, seperti misalnya pada bunga kapok (Ceiba pentandra Gaertn.) yang dalam satu bunga terdapat 5 berkas benang sari dengan tangkai-tangkainya yang berlekatan di dalam masing-masing berkas.

Baca Juga: Bagian-bagian bunga

Kepala Sari (Anthera)

Kepala Sari (Anthera) adalah bagian benang sari yang terdapat pada ujung tangkai sari, merupakan suatu badan yang bentuknya bermacam-macam: bulat, jorong, bulat telur, bangun kerinjal, dll. Di dalamnya terdapat 2 ruang sari (theca), tetapi dapat pula hanya satu atau lebih dari 2 ruang. Satu ruang sari biasanya terdiri atas dua kantong sari (loculumentum), tetapi sekat yang memisahkan kedua kantong sari itu dapat hilang sehingga kedua kantong sari akhirnya menjadi satu ruang saja.
Ruang sari merupakan tempat terbentuknya serbuk sari atau tepung sari (pollen). Setelah terjadinya persarian (serbuk sari jatuh pada kepala putik), maka serbuk sari itu akan tumbuh merupakan suatu buluh menjadi kebakal biji, hingga inti sperma yang terdapat didalam serbuk sari akhirnya dapat lebur (bersatu) dengan sel telur yang terdapat di dalam kandung lembaga. Peleburan inti sperma dengan dengan sel telur itulah yang dinamakan pembuahan serbuk sari merupakan badan yang amat lembut, jika terpisah-pisah mudah sekali beterbangan karena tiupan angin, ada pula yang bergumapal-gumpal. Jika gumpalan terdiri atas 4 serbuk lazimnya dinamakan: pollen tetrade, tetapi ada pula yang tiap gumpalan itu terdiri atas sejumlah besar serbuk sari, yang disebut pollinium, seperti terdapat pada bunga anggrek .

Butir-butir serbuk sari sering kali juga berperekat, sehingga mudah melekat pada tubuh hewan, misalnya serangga yang datang mengunjungi bunga, dan serangga itulah yang membawa serbuk sari kebunga lain, dan dengan demikian dapat membantu terlaksananya penyerbukan.

Dalam satu bunga umumnya kepala sarinya bebas satu lain, jarang sekali menjadi satu. Contoh kepala sari yang berlekatan satu sama lain terdapat pada bunga mata hari ( Helianthus annuus L), yang karena bentuk kepala sari pada bunga ini memanjang, maka perlekatan kepala-kepala sari itu merupakan suatu badan yang berbentuk tabung.