Posted in: Pendidikan

 Tadarruj

 Tadarruj

Nabi memeberikan pengajaran dengan cara bertahap sebagaimana Al-Qur’an diturunkan dengan metode yang sama. Kedudukan sunnah sebagai penjelas Al-Qur’an tentunya mengikuti pola gradualitas wahyu tersebut. Ini berarti Al-Qur’an dan sunnah sangat mempertimbangkan factor cultural sosial, dan sikologis masyarakat dalam menerima dan mengamalkan ajaran islam. Tahapan itu merupakan hikmah terbesar didalam pensyariatan hukum Allah bagi manusia agar merasuk kedalam setiap jiwa masyarakat.

  1. Tanwi wa taghyir

Pada waktu itu Rasulullah saw memberikan pengajaran dengan cara memilah dan membagi masalah yang diajarkan agar sahabat mudah memahami dan tidak merasa jemu. Demikian juga beliau merubah pola-pola penyampaian dan pengajaran dengan variatif. Ini merupakn bagian dari mabajemen pengajaran Nabi yang dilakukannya agar sahabat sedikit demi sedikit tapi pasti mampu memahami dan mengamalkan sunnah. Sehingga, pendidikan islam tetap melekat di dalam setiap relung hati sahabat

  1. Tathbiq al-‘amali

Rasul tidak hanya memberikan penjelasan kepada sahabatnya tetapi juga dalam berbagai kesempatan ia melakukan praktek langsung terhadap apa yang disampaikannya. Misalnya, Rasul mengajarkan sejumlah ayat Al-Qur’an kepada sahabat, lalu menyuruh sahabat membacanya kembali dan menerapkannya dalam kehidupan mereka. Usman Bin Affan, Abdullah Bin Mas’ud dan lainnya. Setelah mempelajari 10 ayat dari Nabi saw, biasanya mereka tidak menambahnya sehingga mereka mempelajari ilmu dan mengamalkannya. Mereka berkata: “kami mempelajari Al-Qur’an, ilmu dan pengamalannya sekaligus.”[2]

sumber :

https://icanhasmotivation.com/cara-beli-mobil-bekas-online/