Posted in: Umum

sengketa perairan natuna

Hubungan Dagang Indonesia dengan Cina

Pada masa dulu Indonesia sudah terkenal kemampuannya dalam pelayaran ke berbagai negara dengan kapal yang besar. Pelayaran-pelayaran tersebut juga termasuk dalam pelayaran niaga. Karena pada masa itu jalur air merupakan jalur yang hampir semua negara melakukannya. Entah untuk berkunjung ke negara lain atau ekspedisi niaga maupun kerja sama. Pada awalnya Cina lebih memilih bekerja sama niaga dengan Asia Barat dibanding Asia Tenggara, karena Asia Tenggara dianggap jauh dari peradaban Cina yaitu di Cina bagian Utara dan Asia Barat lebih berpotensial. Asia Barat yang mereka pilih waktu itu adalah wilayah India, dan Asia Tenggara nya yaitu Indonesia.
Pada awal abad IV M Cina Selatan melarikan diri ke Cina Utara karena mendapat seragan dari suku-suku dari Asia Tengah. Hal ini menjadikan para bangsawan Cinta Utara mendirikan dinasti-dinasti Cina Selatan yang mendorong pertumbuhan maritim di Asia Barat ke Cina Selatan melalui kepulauan Indonesia. Peranan hasil Asia Tenggara, termasuk kepulauan Indonesia dalam perdagangan Cina, turut berkembang bersama dengan perkembangan maritim antara Asia Barat dan Cina. Meskipun perluasan kekuasaan Cina di Tongkin sudah menanamkan kekuasaan yang tetap di Asia Tenggara, tapi mereka masih sebatas kepentingan kepada Tongkin semata.

Uraian tertua dalam sumber Cina mengenai Asia Tenggara

menjelaskan tentang suatu jalan perdagangan daerah Cina melalui Funan, dan Semenanjung Tanah Melayu, dan berakhir di Samudra India.
Menurut Wolters, bukti pelayaran niaga antara Indonesia dan Cina berawal pada adad V M. Keadaan pelayaran itu dapat disimpulkan dari perjalanan dua orang pendeta agama Budha, yaitu Fa Hsien dan Gunavarman. Perjalanan Gunavarman adalah sebuah contoh lain tentang pelayaran langsung dari Indonesia ke Cina. Gunavarman bertolak dari She-p’o yaitu pulau Jawa yang mulanya berencana untuk singgah, namun diputuskan untuk berlayar kembali langsung ke Cina karena cuaca yang mendukung. Contoh lain yaitu pada tahun 449, Kaisar Wen Ti (424-453) mengirimkan kapal untuk menjemput Gunavarman di She-p’o.
Kemudian ada sebuah berita yang pasti mengenai pelayaran orang Indonesia ke cina adalah berita mengenai datangnya utusan dari Ho-Lo-Tan, sebuah negeri di She-p’o (pulau Jawa) yang datang pada bulan keempat tahun 430. Ia membawa kain dari India dan Gandhara.

POS-POS TERBARU