Posted in: Perkebunan

 Rukun Mudarabah

 Rukun Mudarabah

  Rukun mudarabah adalah ijabdan kabul,yaitu suatu transaksi atau timbang terima yang dilakukan oleh kedua belah pihak. Dalam melakukan ijab kabul tidak disyaratkan mengucapkannya dengan bahasa atau lafal-lafal tertentu,tetapi cukup dengan bahasa dan ungkapan yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak yang melakukan ijab kabul. Hikmah disyariatkannya investasi mudarabah dapat dijelaskan sebagai berikut.

  1. Mudarabah akan menampakkan sifat dan semangat kebersamaan serta keadilan.Hal ini terbukti melalui kebersamaan menanggung kerugian yang dialami suatu usaha,dan membagikan keuntungan yang besar(sesuai dengan perjanjian)di saat ekonomi sedang booming.
  2. Mudarabah akan menyatukan modal dengan skill(keahlian)yang selama ini senantiasa terpisah dalam sistem perekonomian konversional,sebab sistem tersebut memang diciptakan untuk menunjang mereka yang memiliki modal.
  3. Mudarabah dapat menggairahkan perekonomian umat islam,khususnya bagi para pemilik modal yang selama ini masih ragu-ragu tentang hukum bunga bank konvensional. Secara mudarabah,mereka yakin usahanya terhindar dari hal-hal yang meragukan dan tetap sesuai dengan syariat islam.
  4. Musaqah

Musaqah adalah kerja sama antara pemilik kebun dan petani. Pemilik kebun menyerahkan kepada petani agar dipelihara panennya nanti akan dibagi dua menurut persentase yang ditentukan padawaktu akad.

Konsep musaqah merupakan konsep kerja sama yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak (simbiosis mutualisme). Tidak jarang para pemilik lahan tidak memiliki waktu luang untuk merawat perkebunannya. Sementara dipihak lain ada petani yang memiliki lahan yang bisa digarap. Dengan adanya sistem kerja sama musaqah,setiap pihak akan sama-sama mendapatkan manfaat.


  1. Muzara’ah dan Mukhabarah

Muzara’ah adalah kerja sama dalam bidang pertanian antara pemilik lahan dan

Petani penggarap. Dalam kerja sama ini benih tanaman berasal dari petani. Sementara mukhabarah ialah kerja sama dalam bidang pertanian antara pemilik lahan dan petani penggarap. Dalam kerja sama ini,benih tanamannya berasal dari pemilik lahan. Muzara’ah memang sering kali diindentikkan dengan mukharabah. Namun demikian,keduanya sebenarnya memilki sedikit perbedaan. Muzara’ah benihnya berasal dari petani penggarap,sedangkan mukhabarah benihnya berasal dari pemilik lahan.

Muzara’ah dan mukhabarah merupakan bentuk kerja sama pengolahan pertanian antara pemilik lahan dan penggarap yang sudah dikenal sejak masa Rasulullah saw. Dalam hal ini,pemilik lahan memberikan lahan pertanian kepada penggarap untuk ditanami dan dipelihara dengan pembagian persentase tertentu dari hasil panen. Di Indonesia,Khusunya di kawasan pendesaan,kedua model penggarapan tanah itu sama-sama dipraktikkan oleh masyarakat petani. Landasan syariahnya terdapat dalam hadis dan ijma’ulama.

 

sjumber :

https://henri-bienvenu.com/alpha-beta-apk/