Posted in: Pendidikan

  Relevansi Metode PAI

  Relevansi Metode PAI

  1. Relevansi dengan tujuan pembelajaran

Pada waktu akan mengajar seorang guru harus memahami betul tujuan pendidikan yang akan dicapai. Guru pada waktu melakukan proses belajar mengajar harus memperhatikan Tujuan Instruksional Khusus (TIK) yang akan di capai oleh anak didik. Sebab TIK erat sekalihubungannya dengan TIU, tujuan kokurikuler dan pencapaian Tujuan Pendidikan Nasional.[5]

Jika tujuannya pembinaan daerah kognitif maka metode driil kurang tepat digunakan akan tetapi metode yang tepat digunakan seperti metode tanya jawab, pemberian tugas, diskusi dll. Jika tujuan daerah afektif maka  metode yang tepat digunakan seperti; metode keteladanan, Qawlan (baligha, bashira, nazhira, al haq, layyinan, maisyura, ma’rufan). Jika tujuan daerah psikomotor maka metode yang cocok digunakan adalah seperti; metode alat peraga, simulasi.

Jadi kesimpulan penulis disini bahwa metode yang akan digunakan harus melihat dulu tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Beberapa metode diatas masih terfokus kepada satu tujuan, apabila tujuan yang akan dicapai meliputi ketiga aspek maka ini sesuai dengan kreatifitas guru dalam mengkolaborasikan metode-metode tersebut.

  1. Relevansi dengan bahan ajar

Bahan ajar pada dasarnya adalah semua bahan yang didesain secara spesifik untuk keperluan pembelajarn, bahan ajar berupa seperangkat materi yang disusun secara sistematis sehingga tercipta lingkungan atau suasana yang memungkinkan siswa belajar dengan baik. Secara umum wujud bahan ajar dapat dikelompokkan menjadi empat yaitu;

  1. Bahan cetak (printed), bahan cetak antara lain handout, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart, foto atau gambar
  2. Bahan ajar dengar (audio), bahan ajar yang didesain dengan menggunakan media dengan (audio) seperti kaset, radio, piringan hitam, dan compact disk audio
  3. Bahan ajar lihat-dengar (audio visual) Bahan ajar audio visual adalah bahan ajar yang didesain dengan menggunakan media audio visual seperti video compact disk, film
  4. Bahan ajar interaktif. Multimedia interaktif adalah kombinasi dari dua atau lebih media (audio, teks, gambar, animasi, dan video) yang oleh penggunaannya dimanipulasi untuk mengendalikan perintah dan perilaku alami dari suatu presentasi.[6]

Bahan pembelajaran yang baik harus mempermudah dan bukan sebaliknya mempersulit siswa dalam memahami materi yang sedang dipelajari. Oleh sebab itu, bahan pembelajaran harus memenuhi kriteria berikut:

  1. Sesuai dengan topik yang dibahas
  2. Memuat intisari atau informasi pendukung untuk memahami materi yang dibahas.
  3. Disampaikan dalam bentuk kemasan dan bahasa yang singkat, padat, sederhana,  sistematis, sehingga mudah difahami.
  4. Jika ada perlu dilengkapi contoh dan ilustrasi yang relevan dan menarik untuk lebih   mempermudah memahami isinya.
  5. Sebaiknya diberikan sebelum berlangsungnya kegiatan belajar dan pembelajaran sehingga dapat dipelajari terlebih dahulu oleh siswa.
  6. Memuat gagasan yang bersifat tantangan dan rasa ingin tahu siswa

Tiap-tiap bahan ajar mempunyai karakteristik atau ciri-ciri tersendiri baik obyek dan ruang lingkupnya. Sebagai contoh misalnya, bidang studi matematika tidak sama ruang lingkup dan obyeknya dengan bidang studi IPS, untuk itu pemilihan dan penentuan metode yang akan digunakan dalam proses pembelajaran pun akan berbeda pula. Begitu pula tingkat kedalaman suatu mata pelajaran/ materi yang akan diajarkan mempengaruhi juga pemilihan dan penentuan metode belajar mengajar yang akan dicapai.

  1. Relevansi dengan  situasi

Situasi kegiatan belajar mengajar yang guru ciptakan tidaklah selamanya sama dari hari kehari. Pada suatu waktu boleh jadi guru boleh menciptakan situasi belajar mengajar yang berbeda, misalnya belajar mengajar di alam terbuka, yaitu diluar ruangan sekolah. Maka dalam hal ini, guru tentu memiloh metode mengajar yang sesuai dengan situasi yang diciptakan tersebut.

Situasi yang mencakup hal yang umum seperti situasi kelas, situasi lingkungan. Bila jumlah murid begitu besar, maka metode diskusi agak sulit digunakan apalagi bila ruangan yang tersedia kecil. Metode ceramah harus mempertimbangkan antara lain jangkauan suara guru. Kemudian apabila situasi lingkungan kelas dan sekolah sunyi senyap tampa banyak aktifitas disekelilingnya, maka metode yang tepat digunakan adalah metode seperti; diskusi, Tanya jawab, simulasi,  Qawlan (baligha, bashira, nazhira, al haq, layyinan, maisyura, ma’rufan) dan lain-lain. Dengan sesuainya metode yang digunakan guru dengan situasi sekolah ditempat ia mengajar maka tujuan dari materi yang akan disampaikan pun akan tercapai secara maksimal. Begitu  juga sebaliknya, apabila guru  tidak bisa melihat dan menyesuaikan metode yang akan digunakan dengan situasi kelas maupun sekolah, maka pembelajaran tidak akan  terlaksana dengan baik. Jadi sangat penting diperhatikan bagi seorang  guru tentang situasi tempat ia  mengajar.

sumber :

Ocean Blast – Match-3 Puzzler 3.1.0 Apk + Mod