Raja-raja Dinasri Warmadewa

Raja-raja Dinasri Warmadewa

Raja-raja Dinasri Warmadewa

Raja-raja Dinasri Warmadewa
Raja-raja Dinasri Warmadewa

1. Sri Kesari Warmadewa

Sri Kesari Warmadewa ialah salah satu dari Wangsa Warmadewa, dimana mereka merupakan salah satu keluarga aristokrat yang mempunyai kuasa besar akan pulau Bali di masa lalu. Sri Kesari sendiri, berdasarkan riwayat mulut yang beredar telah berkuasa semenjak era ke-10, dan namanya sanggup ditemukan dalam sebuah prasasti di Sanur, berjulukan prasasti Blanjong. Tertulisnya nama Sri Kesari di dalam prasasti tadi membuatnya menjadi raja pertama di Bali yang namanya ada dalam catatan tertulis. Dari prasati tadi juga, diketahui bahwa Sri Kesari ternyata merupakan seorang penganut Buddha Mahayana dan bahwa dinasti ini mempunyai sebuah hubungan yang amat erat dengan penguasa kerajaan Medang di Jawa Timur sekitar era 10 hingga 11.

2. Ugrasena

Setelah Sri Kesari turun jabatan, kerajaan Bali yang ketika itu dikenal dengan kerajaan Bedahulu, dilanjutkan oleh Sang Ratu Ugrasena. Ugrasena diperkirakan memerintah pada jaman yang sama dengan Mpu Sendok di Jawa Timur, yaitu sekitar 915 hingga 942. Pada masa pemerintahan Ugrasena, ia populer sering merilis prasasti yang mempunyai hubungan dengan kegiatan-kegiatan yang sering diadakan oleh masyarakat kerajaannya menyerupai perpajakan, penganugerahan, upacara agama, pembangunan penginapan, hingga pendirian tempat sembahyang bagi mereka yang ingin berziarah. Bukti fisik perihal kepemimpinan Ugrasena tercatat dalam beberapa prasasti, antara lain Prasasti Srokada A dan Goblek Pura Batur A. Seluruh prasasti yang memuat namanya selalu tertulis dalam bahasa Bali kuno, dan dimulai dengan sebuah perkataan yang berbunyi yumu pakatahu, berarti “ketahuilah oleh kalian semua”.

3. Aji Tabanendra Warmadewa

Pengganti Raja Ugrasena adalah anaknya yaitu Aji Tabanendra Warmadewa. M bersama istrinya, Sang Ratu Luhur Sri Subhadrika Dharmadewi. Beliau memerintah dari tahun 943 hingga 961

4. Sri Candrabaya Singa Warmadewa / Jayasingha Warmadewa

Raja inilah yang membuat telaga (pemandian) dari sumber suci di desa Manukraya. Pemandian itu disebut Tirta Empul, terletak di erat Tampaksiring. Raja Jayasingha Warmadewa memerintah hingga tahun 961- 975 M.

5. Sri Janasadu Warmadewa

Raja Jayasingha digantikan oleh Janasadhu Warmadewa. Ia memerintah tahun 975 – 983 M. Tidak ada keterangan lain yang sanggup diperoleh dari raja ini, kecuali perihal anugerah raja kepada desa Jalah.

6. Sri Maharaja Sri Wijaya Mahadewi

Pada tahun 983 M, muncul seorang raja wanita, yaitu Sri Maharaja Sri Wijaya Mahadewi (983 – 989 M).

7. Sri Udayana Warmadewa

Pengganti Sri Wijaya Mahadewi berjulukan Dharma Udayana Warmadewa. Ia memerintah bersama permaisurinya, Gunapriya Dharmapatni atau lebih dikenal dengan nama Mahendradatta, putri dari Raja Makutawangsawardhana dari Jawa Timur. Sebelum naik takhta, diperkirakan Udayana berada di Jawa Timur sebab namanya tergores dalam prasasti Jalatunda.

Baca Juga: