Posted in: Perikanan

 Perkembangan Islam di Daerah Asia dan Timur jauh

 Perkembangan Islam di Daerah Asia dan Timur jauh

1. Perkembangan Islam dari sisi Penganut

Setelah mengalami perjalanan sejarah yang cukup panjang, Islam di Wilayah Asia dan di negara-negara Asia dan Timur jauh, merupakan perkembangan yang berjalan dengan damai dan kekeluargaan. Dinamika sejarahnya mengalami pasang surut. Semuanya itu merupakan bukti dari perkembangan sejarah Islam dari masa kemasa.
Perkembangan Islam di negara-negara Asia dan Timur jauh, merupakan perkembangan yang berjalan dengan damai dan kekeluargaan. Mulai dari negeri asalnya, menuju ke India, terus ke Malaka, Indonesia, Birma, Cina, Korea, Thailand, Philipina, Jepang, Malaysia, Singapore dan Brunei Darussalam.
Di Indonesia, agama Islam mengalami perkembangan dengan pesat. Setelah sekian lama agama ini menjadi agama negara. Hal itu terjadi karena penyebaran Islam itu juga merembes kepenguasa atau kerajaan, baik melalui perkawinan, maupun dakwah langsung. Adapula tokoh Muballigh atau karena wibawa atau keberhasilannya.
Masyarakat kemudian secara perlahan berkembang menjadi agama negara. Kerajaan Islam yang pernah berdiri dan berkembang ke Indonesia adalah kerajaan Islam Aceh, kerajaan Islam Demak, kerajaan Islam Pajang, kerajaan Islam Mataram, Kerajaan Islam Cirebon, dan kerajaan Islam Banteng, serta beberapa kerajaan Islam yang berada di luar Pulau Jawa, seperti Sulawesi dan Kalimantan.
Melalui kerajaan-kerajaan Islam tersebut, agama Islam tersebar melalui berbaga cara yang baik, sehingga kian hari penganutnya bertambah, dan kekuasaan Islam meluas hampir keseluruh kepulauan di Nusantara.
Perkenbangan Islam di Thailand yang paling maju terdapat dibagian selatan, yaitu daerah Patani karena berdekatan dengan Malaka. Daerah bagian selatan ini disebut Patani, yang mayoritas penduduknya beragama Islam.
Sedangkan perkembangan Islam di Philipina, juga berada di bagian selatan, yaitu di Pulau Mindanao. Karena mendapat hambatan dari berbagai sektor kehidupan, umat Islam di Phlipina Selatan amat terkebelakang, bila dibandingkan dengan yang berada di daerah atau di negara tetangga lainnya, seperti Malaysia.
Pada saat ini diperkirakan penduduk muslim di Philipina Selatan tak kurang dari 5 juta penduduk. Mereka pada umumnya terkebelakang baik dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi, dan sebagainya. Untuk mewujudkan cita-cita negara Islam, di wilayah Philipina Selatan telah dibentuk MNLF ( Moro National Liberty Front ), yang dipimpin oleh Nur Missuari. Perjuangan mereka itu baru dapat terealisir dengan diadakannya perjanjian perdamaian antara MNLF dengan pemerintah Philipina yang diadakan di Jakarta pada tanggal 2 September 1996.
Sementara itu, perkembangan Islam di Malaysia boleh dibilang cukup baik. Hal ini dapat dilihat, khususnya dewasa ini, pemerintahan Mahathir Muhammad sangat peduli dengan perkembangan agama Islam. Hampir semua sektor yang dikembangkan bercirikan Islam. Negara ini telah mendirikan Bank Islam yang merupakan salah satu Bank Islam yang cukup maju dikawasan ini.
Dewasa ini jumlah umat Islam di Malaysia sekitar 52 % dari jumlah penduduk Malaysia keseluruhan, yaitu sekitar 6 juta penduduk. Kebanyakan diantara mereka adalah warga atau etnis Melayu, meskipun terdapat etnis lain yang beragama Islam.
Adapun masyarakat Korea umumnya beragama Kong Hu Cu, Kristen dan ada juga yang tak beragama. Islam sebagai agama baru, berkembang cukup baik. Hal ini dapat dilihat misalnya pada tahun 1967 lahir sebuah organisasi Islam dengan nama The Korean Muslim Federation, yang menerbitkan sebuah koran, yaitu Korea Islam Herald yang mendapat pengakuan dari pemerintah. Sebagai tempat ibadah, didirikan sebuah mesjid yang berfungsi juga untuk pusat kajian agama Islam. Jumlah penduduk muslim di Korea sekarang ini kurang lebih dari 21 ribu orang, 40 % diantara mereka telah menamatkan pendidikan Tinggi yang tersebar dibeberapa daerah, seperti di Konju dan Seoul.

 

Sumber :

https://urbanescapesusa.com/