Percaya Pada Malaikat Dalam Kajian Psikologi
Posted in: Agama

Percaya Pada Malaikat Dalam Kajian Psikologi

Percaya Pada Malaikat Dalam Kajian Psikologi

Percaya Pada Malaikat Dalam Kajian Psikologi
Percaya Pada Malaikat Dalam Kajian Psikologi

KEBIASAAN MEMBERI, MENGAWALI DAN MENOLONG CERMINAN DARI MALAIKAT

Seandainya seorang mencari kayu bakar dan dipikulkan di atas punggungnya, hal itu lebih baik daripada kalau ia meminta-minta pada seseorang yang kadang-kadag diberi, kadang-kadang pula ditolak (H.R. Bukhari dan Muslim)

Efektifitas Bismillah

Masih ingat efektifitas bismillah? Dengan mengucap Bismillah setiap kali akan melakukan pekerjaan, artinya adalah melakukan sesuatu yang tidak akan merugikan orang lain. Efektifitas bismillah adalah suatu investasi kepercayaan, karena merupakan prinsip yang mendahulukan memberi, bukan menunggu atau meminta. Ingatlah min reaksi. Bahwa sebuah aksi akan menciptakan reaksi (pahala dan dosa). Prinsip memberi akan menghasilkan sesuatu. Dan salah satunya adalah energi kepercayaan. Inilah hukum kekekalan energi, bahwa energi yang diberikan tidak akan hilang, dia hanya berubah bentuk. Beberapa hal kecil yang bisa meningkatkan dan membangun kepercayaan, contohnya:
· Memberikan penghargaan kepada orang lain
· Memberi perhatian yang tulus kepada orang lain
· Mendengarkan orang lain berbicara
· Membuat orang lain menjadi penting di hadapan kita
· Mau mengakui kesalahan dan berani meminta maaf.
· Selalu mengucapkan terimakasih
· Suka memuji orang lain
· Berusaha mengerti perasaan orang lain
· Mengucapkan salam

Maka barang siapa melakukan kebaikan seberat zarrah, pasti ia kan melihatnya! Dan barang siapa melakukan kejahatan seberap zarrah, ia (pun) pasti kan melihatnya! (QS Az-Zalzal : 7-8)

KOMITMEN CERMINAN MALAIKAT

Dan pada-Nya kunci-kunci (segala) yang gaib. Tiada yang mengetahuinya selain Ia. Ia mengetahui apa yang di darat dan di laut. Tiada daun yang jatuh yang tiada diketahui-Nya. Dan tiada biji dalam kegelapan bumi, suatu yang segar ataupun sesuatu yang kering, yang tiada tertulis dalam kitab yang terang (QS. Al An’aam :50)

Menyatakan Janji

Menyatakan janji adalah suatu pekerjaan yang sangat mudah. Menepati janji adalah suatu langkah emas yang bisa dilakukan untuk meraih kepercayaan yang sangat tinggi. Meskipun itu hanya sebuah janji kecil, hal itu sangat berpengaruh pada kredibilitas yang sudah dimiliki. Janji adalah sesuatu yang amat penting, begitu pentingnya, meka mendapat perhatian yang sangat serius dari Tuhan. Sebaliknya, tidak menepati janji adalah suatu langkah sangat mematikan kredibilitas seseorang. Oleh karena itu, janganlah berjanji sekiranya tidak bisa ditepati. Pada saat berjanji, kita menarik energi suara hati orang lain secara besar-besaran yaitu sebuah harapan. Lalu energi itu kita bawa pulang. Kalau tidak dikembalikan, keseimbangan orang lain akan terganggu, karena harapan tersebut, karena harapan tersebut telah kita tarik, dan belum kita kembalikan. Ingat, hukum aksi min reaksi, suatu aksi akan menimbulkan reaksi.

Sungguh orang yang berjanji setia kepadamu, tiadalain dari berjanji setia kepada Allah. Allah meletakkan tangan-Nya di atas tangan mereka. Tetapi barang siapa melanggar janji, tidak lain melanggar janji terhadap dirinya sendiri. Dan barangsiapa menepati janinya kepada Allah, Allah akan memberinya pahala berlimpahan (QS. Al Fath : 10)

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/khutbah-hari-raya-idul-fitri-menjaga-hati-tiga-pesan-ramadhan/