Percaya Pada Malaikat Allah SWT

Percaya Pada Malaikat Allah SWT

Percaya Pada Malaikat SWT

Percaya Pada Malaikat Allah SWT
Percaya Pada Malaikat Allah SWT

KETELADANAN MALAIKAT

Malaikat adalah makluk mulia mereka sangat dipercaya oleh tuhan untuk menjalankan perintahnya semua pekerjaan dilakukan dengan sebaik-baiknya. Seberat apapun pekerjaan yang diberikan pada mereka, akan dilaksanakan dengan sepenuh hati. Prinsipnya tunggal yaitu hanya berpegang pada Allah SWT memiliki kesetiaan yang tiada tara dan bekerja tanpa kenal lelah. Tidak memiliki kepentingan lain selain menyelesaikan pekerjaan yang diberikan oleh Allah hingga tuntas, dengan hasil yang sangat memuaskan, dan mereka sangat berdisiplin dalam menjalankan tugas. Semua sistem yang berada dibawah tanggungjawabnya berjalan dengan sangat sempurna tanpa cacat sedikitpun. Inilah contoh ontegritas yang sesungguhnya, suatu intergritas total yang telah menghasilkan suatu kepercayaan yang maha tinggi.

Kepercayaan

Kepercayaan yang diberikan langsung oleh tuhan dan malaikat dengan sungguh-sungguh mampu menjaga kepercayaan yang diberikan kepadanya sehingga menjadi suatu kepercayaan yang abadi. Keteladanan yang bisa diambil dari sifat malaikat secara umum adalah, kepercayaan yang dimiliki, loyalitas, dan integritas yang sangat mengagumkan.

(Ingatlah) ketika kamu memohon pertolongan kepada tuhanmu lalu ia mengabulkan permohonanmu, (sambil berfirman), “akan ku tolong kamu dengan seribu malaikat beriring-iringan.” (Q.S. 8 Surat Al-Anfaal :9)
……Maha Suci ia! Tidak! (mereka) hanyalah hamba-hamba yang dimulyakan. (Q.S. 21 surat Al-Anbiyaa’ ayat 26)

INTEGRITAS DAN LOYALITAS CERMINAN DARI MALAIKAT

Dan sungguh diadakan penjaga di atasmu yang mulia yang menuliskan. Mereka tahu apa yang kamu lakukan (Q.S. Al-Anfithaar: 10-12)
Ketika kedua (malaikat) pencatat membuat catatan, satu duduk di kanan, satu di kiri (Q.S. 50 Qaaf : 17)

Arti Loyalitas

Loyalitas adalah kesetiaan pada prinsip yang dianut. Integritas adalah bersifat jujur, konsisten, komitment, berani, dan dapat dipercaya. Integritas muncul dari kesadaran diri terdalam, yang bersumber dari suara hati. Integritas tidak menipu dan tidak berbohong. Integritas tidak memerlukan tepuk tangan orang lain, integritas tidak peduli dengan riuh rendah sorak sorai. Integritas tidak pamprih dan integritas adalah berpegang pada sebuah prinsip. Yang diinginkan hanyalah sebuah tepukan halus di pundak dari seorang malaikat. Integritas tidak mengharapkan ucapan terimakasih. Integritas hanya bersahabat dengan suara hati, suara tuham. Dan integritas hanya mengharapkan sebuah catatan kecil dari seorang malaikata yang berada di bahu kanannya.
Setiap kata yang ia ucapkan, tentulah di sampingnya ada penjaga yang siap (mencatat) (QS Qaaf :18.)

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/kumpulan-kultum-ramadhan/