Perbedaan antara Perbuatan Malaikat dan Perbuatan Syaithan
Posted in: Agama

Perbedaan antara Perbuatan Malaikat dan Perbuatan Syaithan

Perbedaan antara Perbuatan Malaikat dan Perbuatan Syaithan

Perbedaan antara Perbuatan Malaikat dan Perbuatan Syaithan
Perbedaan antara Perbuatan Malaikat dan Perbuatan Syaithan

Pertama:

Para malaikat mensucikan pujian kepada Rabb mereka dan memohon ampunan bagi manusia yang berada di bumi. Mereka adalah mahluk yang paling ikhlas terhadap Bani Adam, sedangkan syaithan adalah mahluk yang paling berbahaya bagi Bani Adam. Hal ini karena syaithan telah bersumpah untuk menyesatkan, menyimpangkan dan menghancurkan Bani Adam sekuat kemampuannya. Allah berfirman:

إُٖٔا جَعَوِ اَِ اهظَٖٚاطٔينَ أَ هَِٗٔٚا ١ هوٖذٔٙ لاَ ٙؤًَُِِْٔ٘
“Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman..” (QS Al-A’raaf *7+ : 27)

Kedua:

Malaikat memerintahkan para hamba kepada kebaikan, sedangkan syaithan mengajak dan memerintahkan mereka kepada keburukan.

ٙعِعُ عَ ذٔكِزٔ اهزٖحِ قَِٚضِ ه طَِٚطَااُّ فَ ه قَزّْٔٙ
“Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur’an), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya..” (QS Az-Zukhruf [43] : 36)
Orang yang berpaling dari Al-Qur’an, Allah menghukumnya dengan menjadikan syiathan baginya untuk menolongnya sebagai pendampingnya (Qarin). Allah berfirman:

إَُٖٗٔ هَٚؼُدّٗ عَ اهشٖبٔٚىٔ ََٙٗحِشَبُ أَُٖ تًَِٗٔدُّ حَتٖٟ إٔذَا جَا ١َُا
قَايَ ٙا هِٚتَ بَِٚ ِٛٔ بََِٗٚ مََِ بُعِدَّ اه ظٌَِِزٔقَِٚ فَبٔ ٣ِصَ اِهقَزُّٔٙ“Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk. Sehingga apabila orang-orang yang berpaling itu datang kepada kami (di hari kiamat) dia berkata: “Aduhai, semoga (jarak) antaraku dan kamu seperti jarak antara masyrik dan maghrib, maka syaitan itu adalah sejahat-jahat teman (yang menyertai manusia)”.” (QS Az-Zukhruf [43] : 36)

Sehingga tidak ada yang melindungi manusia dari syaithan kecuali dengan dzikir kepada Allah.

Ketiga:

Dzikir kepada Allah menjauhkan syaithan dari manusia dan menjadikan malaikat dekat kepadanya.
Inilah sebabnya syaithan disebut al-Waswasul Khonnas. Ketika seseorang meninggalkan dzikir kepada Allah syaithan datang kepadanya, namun ketika dia berdikir kepada Allah, para malaikat mengelilinginya, sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits:
اًَ اجِتَ عٌََ قَ فٔٛ بَِٚتٕ بُُٚ ت٘ٔ اهوٖ تَعَاَهٟ َٙتِوُ كٔتَابَ اهوٖ ََٙٗتَدَّارَسُ بَِٚ إٖٔها زَََُهتِ عَوَِٚ اهشٖلٔٚ َُِٞ غََٗظَٔٚتِ اهزٖحِ ٌَُٞ حََٗفٖتِ اه وٌََِأ٢لَُٞ ذََٗكَزَ اهوٖ فٔٚ عٔ دَِِّ “Tidaklah berkumpul suatu kaum di salah satu rumah Allah dengan membaca Al-Qur’an dan mempelajarinya di antara mereka, kecuali ketenangan akan turun kepada mereka, rahmat meliputi mereka, para malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyebutkan mereka kepada (para malaikat) yang berada di sisi-Nya.”

Baca juga: