Pengertian Lembaga Keluarga
Posted in: Pendidikan

Pengertian Lembaga Keluarga

Pengertian Lembaga Keluarga

Pengertian Lembaga Keluarga

Keluarga merupakan unit terkecil dalam kehidupan masyarakat. Keluarga dapat didefinisikan sebagai unit sosial yang terbentuk oleh ikatan perkawinan, keturunan, atau adopsi. Karakteristik universal yang mewarnai lembaga keluarga meliputi:

  1. Principle of legitimacy yang diungkapkan Malinowski untuk menunjuk keharusan disahkannya keberadaan anak secara sosial melalui pengakuan orang tua. Hal ini memberi arti, bahwa secara sosial orang diharapkan bertanggungjawab atas anak-anaknya (baik anak biologis ataupun non biologis),dan
  2. Incest taboo, yakni larangan melakukan perkawinan atau hubungan seks dengan mereka yang memiliki hubungan darah atau sekeluatga.

Keluarga dapat dibagi ke dalam dua bentuk, yakni keluarga inti (nuclear family atau conjugal family) yang terdiri atas pasangan suami istri dan anak-anak (bila ada), sedangkan keluarga besar (extended family atau consanguine family) merupakan keluarga yang terkembang dari keluarga atau orang lain yang biasanya masih memiliki hubungan kekerabatan, seperti ipar dan orang tua. Keluarga memiliki enam macam fungsi, di antaranya fungsi reproduksi (reproduction), fungsi pengaturan seksual (sexual regulation), fungsi sosialisasi, fungsi penempatan sosial (social placement), fungsi kasih sayang (gratification of personal needs), dan fungsi perlindungan (maintenance) (Purwanto, 2007: 48-50).


Selain dari fungsi lembaga keluarga yang diterangkan Zanden dalam tulisan Purwanto tersebut ternyata terungkap pula fungsi lain dari kekerabatan dari Dr. P.J. Bouman dalam bukunya Sosiologi : Pengertian dan Masalah. Bouman menyebutkan  adanya fungsi-fungsi sosial dari kerabat primitif (kerabat yang luas yang bersifat patriarchal):

  • merupakan satuan-satuan ekonomi (rumah tangga kerabat tertutup)
  • dapat dipandang sebagai bentukan hukum kenegaraan
  • dalam hal keagamaan masing-masing mempunyai kultus sendiri dan
  • merupakan satuan-satuan dimana kehidupan nyaman dan pendidikan anak-anak berlangsung hampir semesranya (Bouman, 1971: 55).

Bouman juga menyatakan hilangnya fungsi dari sebuah keluarga dalam tulisannya berikut :

Di bawah tekanan kemajuan sosial yang modern maka keluarga menolak segala fungsi-fungsinya secara berangsur-angsur seperti kerjasama, pendidikan anak-anaknya, perlindungan terhadap keluarga, hal keakraban di rumah, dan sebagainya. Karena hilangnya rangkaian fungsi-fungsi yang melindungi maka kedua fungsi inti menjadi tak terlindungi sama sekali seperti afeksi atau cinta dan kasih yang timbal balik antara laki-laki dan perempuan yang menyusun keluarga; demikian juga dalam hal keturunan dan pendidikan pertama anak-anaknya (Bouman, 1971: 59).

Proses Terbentuknya Keluarga

Pada umumnya keluarga terbentuk melalui perkawinan yang sah menurut agama, adat atau pemerintah dengan proses seperti dibawah ini :

  1. Tahap formatif atau pre neptual, masa persiapan sebelum perkewinan. Meliputi peminangan atau pertunangan,
  2. Tahap perkawinan atau nuptual stage, yaitu ketika dilangsungkannya perkawinan dan sesudahnya tetapi sebelum melahirkan anak- anak,
  3. Tahap pemeliharaan anak-anak atau child rearing stage yaitu keluarga dengan anak-anak hasil perkawinan,
  4. Tahap keluarga dewasa atau maturity stage yaitu suatu kelaurga dengan anak-anak yang telah mampu berdiri sendiri dan membentuk keluarga baru.

Karakteristik Keluarga

Menurut Mac Iver dan Charlen Horton:

  • Merupakan hubungan perkawinan
  • Bentuk suatu kelembagaan yang berkaitan dengan hubungan perkawinan yang dibentuk atau dipelihara
  • Mempunyai suatu sistem tata nama (nomeclatur) termasuk perhitungan garis keturunan
  • Mempunyai fungsi ekonomi yang dibentuk oleh anggotanya
  • Merupakan tempat tinggal bersama, rumah atau rumah tangga

Baca Juga :