Pengertian Cerita Fiksi Lengkap

Pengertian Cerita Fiksi Lengkap

Pengertian Cerita Fiksi Lengkap

Pengertian Cerita Fiksi Lengkap
Pengertian Cerita Fiksi Lengkap

Ada beragam konsep dan yang terkait dengan cerita fiksi (rekaan), ada yang mengatakan fiksi itu prosa. Rekaan, dan ada pula yang cerita fiksi, kata fiksi itu sendiri berasal dari kata latin fictio yang berarti pembentukan, angan-angan, khayalan Frans Mido, (1984:13).

Kamus umum Bahasa Indonesia (KUBI 2003)

Sedangkan menurut Kamus umum Bahasa Indonesia (KUBI 2003), yang dimaksud fiksi mencakup 1) cerita rekaan seperti roman, novel, dll, 2) rekaan, khayalan tidak berdasarkan kenyataan, dan 3) pernyataan yang hanya berdasarkan khayalan atau pikiran. M. Saleh saat medefinisikan cerita rekaan sebagai cerita dalam prosa, hasil olahan pengarang berdasarkan pandangan, tafsiran dan penilaian tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi, ataupun pengolahan tentang peristiwa yang hanya berlangsung dalam khayalan.

Cerita fiksi

Di samping itu, kita kenal istilah prosa untuk menyebutkan cerita fiksi. Prosa ktiknya kini malah  dengan sifat-sifat teks pada umumnya, jadi tidak hanya khusus dengan sifat-sifat teks pada umumnya, jadi tidak hanya khusus dengan sifat-sifat sastra, dalam pengertian kesusastaraan juga disebut dengan fiksi (fiktion), teks naratif (narrative text) atau wacana naratif (narrative discource); sebagaimana dikaji dalam pendekatan structural dan semiotik. Dalama pengertian ini rekaan dan khayalan, sebab fiksi merupakan naratif yang isinya tidak menyarankan pada kebenaran sejarah.

Saleh (1967:117)

Merujuk pada suatu karya yang menceritakan sesuatu yang bersifat rekaan, khayalan, sesuatu yang tidak ada dan terjadi sungguh-sungguh sehingga ia tak perlu dicari kebenarannya pada dunia nyata. Istilah fiksi ini sering dipertentangkan dengan realitas, sesuatu yang benar ada dan terjadi di dunia nyata sehingga kebenarannya pun dibuktikan dengan data emperis, Saleh (1967:117). Disinilah letak pembeda antara keduanya, kalau tokoh, peristiwa, dan tempat yang disebut-sebut dalam karya fiksi adalah tokoh-tokoh peristiwa, dan tempat yang bersifat imajiner, pada nonfiksi keadaan sebaliknya.

Altenbernd dan Lewis

Sebagai karya imajinatif fiksi menawarkan berbagai persoalan manusia dan kemanusiaan. Hidup dan kehidupan, cinta dan percintaan, alam dan kenyataan. Di sinilah, Altenbernd dan Lewis mendefinisikan fiksi sebagai prosa naratif yang bersifat imajiner, tetapi kadang dapat masuk akal dan mengandung kebenaran yang mendramatisasi hubungan-hubungan antar manusia.

Ragam prosa fiksi meliputi cerita pendek, novel, roman. Oleh Abram, prosa naratif ini disamakan dengan novel. Novel sebagai karya fiksi terbangun oleh struktur pembangunnya yakni intrinsic dan ekstrinsik. Novel menawarkan sebuah dunia, yang berisi model kehidupan ideal, dunia imajiner. Di samping, prosa fiksi kita juga mengenal fiksi ninfiksi yang mencakup 1) fiksi historis (historical fiction) yang menekankan pada aspek sejarah, 2) fiksi biografis (biographical fiction) yang memfokuskan pada aspek biografi seseorang, dan 3) fiksi ilmiah (science fiction) yang mendasar pada ilmu pengetahuan.

Baca juga: