Posted in: Pendidikan

Pengawasan Aktif dan Pasif

Pengawasan Aktif dan Pasif

Pengawasan dekat (aktif) dilakukan sebagai bentuk “pengawasan yang dilaksanakan di tempat kegiatan yang bersangkutan.” Hal ini berbeda dengan pengawasan jauh (pasif) yang melakukan pengawasan melalui “penelitian dan pengujian terhadap surat-surat pertanggung jawaban yang disertai dengan bukti-bukti penerimaan dan pengeluaran.” Di sisi lain, pengawasan berdasarkan pemeriksaan kebenaran formil menurut hak (rechmatigheid) adalah “pemeriksaan terhadap pengeluaran apakah telah sesuai dengan peraturan, tidak kadaluarsa, dan hak itu terbukti kebenarannya.” Sementara, hak berdasarkan pemeriksaan kebenaran materil mengenai maksud tujuan pengeluaran (doelmatigheid) adalah “pemeriksaan terhadap pengeluaran apakah telah memenuhi prinsip ekonomi, yaitu pengeluaran tersebut diperlukan dan beban biaya yang serendah mungkin.”

  1. Pengawasan kebenaran formil menurut hak (rechtimatigheid) dan pemeriksaan kebenaran materiil mengenai maksud tujuan pengeluaran (doelmatigheid).

Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan negara, pengawasan ditujukan untuk menghindari terjadinya “korupsi, penyelewengan, dan pemborosan anggaran negara yang tertuju pada aparatur atau pegawai negeri.” Dengan dijalankannya pengawasan tersebut diharapkan pengelolaan dan pertanggung jawaban anggaran dan kebijakan negara dapat berjalan sebagaimana direncanakan

Sarana merupakan media yang dipakai dalam menilai efektivitas suatu sistempengendalian manajemen. Sarana sistem pengendalian manajemen yang berkembang padaawalnya menggunakan 8 (delapan) unsur sistem pengendalian, yaitu: pengorganisasian,kebijakan, prosedur, personil, perencanaan, akuntansi/pencatatan, pelaporan, dan reviuintern. Sarana tersebut serupa dengan pendapat Sawyer, Dittenhofer dan Scheiner yangmengungkapkan sarana pengendalian 7 (tujuh) unsur seperti di atas kecuali unsur reviuintern. Perkembangan terakhir dengan adanya hasil kajian oleh Committee of SponsoringOrganizations of the Treadway Commission (COSO) dalam bentuk Integrated Frameworkpada tahun 1992 diperkenalkan 5 (lima) komponen dari pengendalian manajemen, yangmeliputi: Lingkungan Pengendalian (Control Environment), Penilaian Risiko Manajemen(Management Risk Assessment), Sistem Komunikasi dan Informasi Akuntansi (AccountingInformation and Communication System), Aktivitas Pengendalian (Control Activities), danMonitoring. Perbedaan yang hakiki dari kedua pendekatan tersebut adalah bahwa pendekatanversi COSO memiliki cakupan yang lebih luas, yaitu meliputi unsur lingkunganpengendalian yang berorietansi kepada pengendalian pada unsur manusia (soft control) danmemuat konsep penilaian unsur risiko. Pembandingan kedua pendekatan sistempengendalian tersebut dapat ditunjukkan dalam tabel berikut ini: SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN ASPEK VERSI COSO (5 VERSI DELAPAN KOMPONEN) UNSUR1. Cakupan: – Pengendalian keras √ √ (hard control) – Pengendalian lunak √ – (soft control)2. Fokus pada diri manusia √ –

  1. Komponen/unsur Lingkungan Pengendalian – Integritas dan nilai etika – – Komitmen terhadap – kompetensi – Filosofi manajemen dan – gaya kepemimpinan – Struktur organisasi Pengorganisasian – Komite audit – – Penetapan dari otoritas Pengorganisasian, dan pertanggungjawaban Kebijakan – Kebijakan dan prosedur Personalia sumber daya manusia Penilaian risiko manajemen – Informasi dan komunikasi Pencatatan, Pelaporan Aktivitas pengendalian Kebijakan, Prosedur, Perencanaan Pemantauan Reviu intern.Sumber :https://tribunbatam.co.id/google-tambah-fitur-gratis-bantu-ukm-berkembang-online/