Posted in: Pendidikan

 Penelitian terapan

 Penelitian terapan

Penelitian terapan merupakan penelitian yang dipergunakan  untuk memecahkan masalah yang ada di suatu tempat misalnya organisasi, instansi, atau perusahaan.  Penelitian terapan dilakukan untuk menjawab permasalahan yang khusus atau untuk membuat keputusan tentang suatu tindakan atau kebijakan khusus. Misalnya penelitian tentang efektivitas kinerja komite sekolah terhadap pengelolaan dana bos di SD Babadsari Yogyakarta.

Adapun penelitian terapan terbagi menjadi tiga, yaitu:[4]

  1. Penelitian eksplorasi disebut juga penelitian pendahuluan karena penelitian ini belum menghimpun data yang lengkap dan dilakukan dengan mendahului penelitian yang betujuan mnghimpun data yang lengkap. Maksud penelitian eksplorasi ini semata-mata untuk kepentingan mencari permasalahan dan data sigkat yang diperlukan yang berkenaan dengan maslah tersebut untuk keperluan penyusunan perencanaan penelitian.
  2. Penelitian developmental disebut juga penelitian pengembangan yaitu penelitian pengembangan teori-teori atau pengembangan ilmu. Dalam penelitian pengebangan ini tentu terlebih dahulu perlu diketahui body of konwledge ilmu yang akan dikembangkan itu, dari pertama ilmu itu ditemukan sampai saat ini, selanjutnya melakukan penelitian-penelitian dan penemuan-penemuan baru yang menambah kualitan atau kuantitas khazanah ilmu yang telah ada tadi.
  3. Penelitian verivikasi atau penelitian pemerikasaan yaitu penelitian yang digunakan unuk memeriksa, apakah teori yang ada, yang telah ditemukan itu masih relevan dengan keadaan kehidupan sosial atau tidak. Untuk itu dilakukan penelitian- penelitian tentang konsep-konsep atau variabelvariabel yang terdapat dalam teori tersbut dan dilakukan pengumpulan data serta proses selanjutnya.

  1. Klasifikasi Penelitian berdasarkan Bidang Ilmu yang Dikaji

Penelitian berdasarkan bidang ilmu secara umum terbagi menjadi dua, yaitu penelitian kemasayarakatan (kebijakan) dan penelitin kealaman. Penelitian kemasyarakatan adalah penelitian yang dilakukan dengan menganalisis gejala-gejala sosial atau aspek-aspek kehidupan bermasyarakat (seperti masalah pendidikan, kehidupan gotong royong, sejarah sosial, interaksi sosial, konflik dan integrasi) untuk mengumpulkan informasi secara komprehensif dan diperuntukan sebagai perumusan kebijakan. Penelitian ini harus dapat memaksimalkan data agar dapat memetakan permasalahan dengan seksama dengan menyusun alternative kebijakan.

Sebaliknya, penelitian kealaman adalah penelitian yang obyeknya berupa gejala gejala alam, yaitu berkenaan dengan gejala-gejala diluar tindakan kemanusiaan, misalnya dibidang oceanografi (kelautan), disika, kimia, geologi dan biologi.[5]

sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/seva-mobil-bekas/