Pemilihan Tempat Perbelanjaan
Posted in: Pendidikan

Pemilihan Tempat Perbelanjaan

Pemilihan Tempat Perbelanjaan

 Pemilihan Tempat Perbelanjaan
Pemilihan Tempat Perbelanjaan
  1. Motif Berbelanja

Toko dapat dikatakan sebagai suatu produk, sedangkan nama toko adalah merek. Konsumen sering mempertimbangkan keputusan pembelian suatu merek produk pada pengecer tertentu, termasuk pertimbangan lokasi, kualitas dan keragaman produk yang ditawarkan, harga, atribut fisik, personal penjualan dan atmosfer toko.

Konsumen mempunyai motif pribadi dan sosial dalam berbelanja. Banyak strategi dapat dilakukan oleh pengecer untuk menarik konsumen berdasarkan motif-motif tersebut. Menurut Engel dan Blackwell (1995), motif tersebut diantaranya:

1) Motif Pribadi, meliputi:

  1. a)Permainan Peran
  2. b)Hiburan
  3. c)Pemuasan diri
  4. d)Belajar tentang trend baru
  5. e)Aktivitas fisik
  6. f)Stimulasi Indera

2) Motif sosial, antara lain:

  1. a)Pengalaman sosial di luar rumah
  2. b)Komunikasi dengan orang lain yang mempunyai minat sama.
  3. c)Daya tarik kelompok sebaya.
  4. d)Status dan Otoritas
  5. e)Kesenangan dalam tawar menawar.
  1. Pemilihan Tempat Perbelanjaan

Memilih tempat perbelanjaan merupakan proses interaksi antara strategi pemasaran pengecer dan karakteristik individual dan situasional dari pembeli. Karakteristik individu seperti gaya hidup, kepribadian, dan status ekonomi menyebabkan pandangan umum tentang aktivitas yang terlihat dalam perilaku belanja dan pencarian toko.

Para pengecer memengaruhi aktivitas pemilihan tempat perbelanjaan melalui strategi iklan dan promosi. … Citra toko pada gilirannya akan memengaruhi pilihan toko dan produk akhir atau pembelian merek. Jika pengalaman masa lalu memuaskan, maka pilihannya akan bersifat kebiasaan, kecuali jika faktor-faktor lain telah berubah sejak kunjungan terakhir (Engel, dkk. 1995: 252).

Para pengecer berusaha menarik konsumen untuk datang dan berbelanja melalui iklan dan promosi tentang toko yang meliputi produk, harga, dan lain sebagainya yang akan membentuk citra di benak konsumen. Konsumen akan datang jika citra yang diiklankan sesuai dengan harapan mereka. Setelah konsumen datang ke tempat perbelanjaan/toko, citra ataupun aspek teknis operasional dalam tokolah yang berperan yang akan memengaruhi konsumen untuk membeli. Pengalaman datang ke toko akhirnya membentuk image ataupun citra yang sesungguhnya terhadap tempat perbelanjaan tersebut sebagai hasil evaluasi atas segala yang ia temukan, dan jika pengalaman dari kunjungan tersebut memuaskan maka konsumen kemungkinan besar akan berbelanja lagi.

Engel mengemukakan proses pilihan toko merupakan fungsi dari empat variabel (Engel, dkk. 1995: 257), antara lain:

1) Kriteria evaluasi

2) Karakteristik toko yang dirasakan

3) Proses pembandingan

4) Toko-toko yang dapat diterima dan tidak dapat diterima

Sumber : https://student.blog.dinus.ac.id/blogtekno/seva-mobil-bekas/