Posted in: Pendidikan

PEMBUKAAN KANTOR BPR

PEMBUKAAN KANTOR BPR

BPR pada dasarnya dapat membuka kantor cabang dan kantor kas. BPR hanya dapat membuka kantor cabang diwilayah provinsi yang sama dengan kantor pusatnya atas izin Bank Indonesia.

Berdasarkan ketentuan, wilayah DKI dan kabupaten atau kotamadya Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Karawang ditetapkan sebagai satu wilayah provinsi untuk keperluan pembukaan kantor cabang. Sebagai konsekuensi dari pentapan wilayah tersebut, maka :

  1. BPR di provinsi Jabar dan diluar Kabupaten atau Kodya Bogor, Depok, Bekasi, dan Karawang.
  2. BPR di Provinsi Banten diluar Kabupaten atau Kodya Tangerang tidak dapat membuka kantor cabang di Kabupaten atau Kodya Tangerang.
  3. KEGIATAN USAHA BPR

Bank Perkreditan Rakyat sebagaimana halnya dengan bank umum dapat melakukan usaha sebagai konvensional maupun bank berdasarkan prinsip syariah. Kegiatan usaha yang diperkenankan bagi BPR secara umum adalah sebagai berikut :

  1. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu;
  2. Memberikan kredit
  3. Menyedihkan pembiayaan dan penempatan dana berdasarkan prinsip syariah
  4. Menempatkan dananya Sertifikat Bank Indonesia, deposito berjangka, sertifikat deosito, dan atau tabungan bank lain.

Usaha yang dilarang bagi BPR berdasarkan undang-undang adalah :

  1. Menerim simpanan erupa giro dan iut serta dalam lalu lintas pembayaran
  2. Melakukan kegiatan dalam usaha bentuk valuta asing
  3. Melakukan pnyertaan modal
  4. Melakukan usaha perasuransian
  5. Melakukan usaha lain diluar kegiatan yang telah ditetapkan di atas.

sumber :

POS-POS TERBARU