Posted in: Pendidikan

 Larangan Menulis Hadis pada Masa Rasulullah

 Larangan Menulis Hadis pada Masa Rasulullah

Pada masa Rasulullah saw sedikit sekali sahabat yang bisa menulis sehingga yang menjdi andalan mereka yang menerima hadis adalah dengan menghafal. Menurut Abd al-Nashr Allah telah memberikan keistimewaan kepada para sahabat kekuatan daya ingat dan kemampuan menghafal, mereka dapat meriwayatkan Al-Qur’an, hadis dan syair dengan bagus.

Perhatian sahabat terhadap hadis sangat tinggi, terutama dibagian majlis Nabi atau tempat untuk menyampaikan risalah islamiyah seperti di masjid, halaqa ilmu dan diberbagai tempat yang dijanjikan Rasulullah. Rasulullah menjadi pusat narasumber, referensi, dan tumpuan pertanyaan ketika para sahabat menghadapi masalah, baik secara langsung atau tidak langsung seperti melalui istri-istri Rasulullah dalam masalah keluarga dan kewanitaan, karena mereka adalah orang-orang yang mengetahui keadaan Rasulullah dalam masalah keluarga. Hadis pada waktu itu pada umumnya hanya di ingat dan dihafal oleh para sahabat dan tidak ditulus seperti Al-Qur’an ketika disampaikan oleh Nabi, karena situasi dan kondisi tidak memungkinkan. Memang Nabi melarang bagi umum karena khawatir bercampur antara hadis dan Al-Qur’an.[4]

  1. Diperbolehkannya Menulis Hadis di Masa Rasulullah saw

Larangan menulis hadis tidaklah umum kepada semua sahabat, ada sahabat yang tentunya diberikan izin untuk menuli hadis. Nabi melarang menulis hadis karena khawatir tercampu dengan Al-Qur’an dan pada kesempatan lain Nabi memperbolehkannya. Sebagaimana diriwayatkan oleh Abd Allah Ibn Umar, dia berkata: “aku pernah menulis segala sesuatu yang kudengar dari Rasulullah, aku ingin menjaga dan menghafalnya, tetapi orang qurais melarangku melakukannya.” Mereka berkata: “kamu hendak menulis (hadis) pada hal Rasulullah saw bersabda dalam keadaan marah dan senang,” kemudian aku menahan diri (untuk tidak menulis hadis) hingga aku ceritakan kejadian itu kepada Rasulullah saw, dan Rasulullah saw bersabda: “tulislah, maka demi dzat yang aku berada dalam kekuasaannya tidaklah keluar dariku kecuali kebenaran.”

baca juga :

POS-POS TERBARU