Khiyar Syarat
Posted in: Agama

Khiyar Syarat

Khiyar Syarat

Khiyar Syarat
Khiyar Syarat

 

a. Arti Khiyar Syarat

Pengertian Khiyar Syarat menurut ulama fiqih adalah : “ Suatu keadaan yang membolehkan salah seorang yagn akan atau masing-masing yang akad atau selain kedua pihak yang akad memiliki hak atas pembatalan atau penetapan akad selama waktu yang ditentukan.”
Para ulama fiqih sepakat menyatakan bahwa khiyar syart ini dibolehkan dengan tujuan untuk memelihara hak-hak pembeli dari unsur penipuan yang mungkin terjadi dari pihak penjual. Khiyar syarat menurut mereka hanya berlaku dalam transaksi yagn bersifat mengikat kedua belah pihak, seperti jual beli, sewa menyewa, perserikatan dagang, dan rahn (jaminan utang). Sedangkan khiyar syarat menentukan bahwa baik barang maupun nilai/ harga barang baru dapat dikuasai secara hukum, setelah tenggang waktu khiyar yang di sepakati itu selesai.
Misalnya seorang pembeli berkata , “saya beli dari kamu barang ini, dengan catatan saya ber-khiyar (pilih-pilih) selama sehari atau tiga hari.

b. Khiyar Masyru dan Khiyar Rusak

1) Khiyar Masyru

Khiyar yang disyariatkan adalah khiyar yang ditetapkan batasan waktunya. Hal itu didasarkan pada hadis Rasulullah SAW. Tentang riwayat Hibban Ibn Munqid yang menipu dalam jual beli, kemudian perbuatannya itu dilaporkan kepada Rasulullah SAW, lalu beliau bersabda : “jika kamu bertransaksi (jual-beli) katakanlah tidka ada penipuan dan saya khiyar selama tiga hari.” (HR Muslim)

2) Khiyar Rusak

Menurut pendapat paling masyhur diakalangan ulama hanfiah, syafiiyah, dan Hanabilah, khiyar yang tidak jelas batasan waktunya adalah tidak sah, seperti pernyataan. “Saya beli barang ini dengan syarat saya khiyar selamanya.” Perbuatan ini mengandung unsur jahalah (ketidak jelasan).
Menurut ulama Syafi’iyah dan Hanabilah, jual beli seperti itu batal. Khiyar sangat menentukan akad sedangkan batasannya tidak diketahui, sehingga akan menghalangi aqid (orang yang melakukan akad) untuk menggunakan barang tersebut.
Ulama Hanafiyah berpendapat bahwa jual beli tersebut fasid, tetapi tidak batal. Jika syarat tersebut belum sampai tiga hari atau bertambah dari tiga hari atau memberikan penjelasan tentang masa khiyar, akad menjadi sah sebab telah hilang penyebab yang merusaknya.
Ulama Malikiyah berpendapat bahwa penguasa diharuskan membatasi khiyar secara adat sebeb khiyar bergantung pada barng yang dijadikan akad. Namun tidak boleh terlalu lama melewati batasan khiyar yang telah ditetapkan atau membatasi khiyar dengan sesuatu yang tidak jelas, seperti mensyaratkan khiyar turunnya hujan atau samapai datangnya seseorang.[6]
c. Batasan Khiyar Masyru
Ulama Hanafiah, Jafar, dan Syafi’iah berpendapat bahwa khiyar dibolehkan dengan waktu yang ditentukan selagi tidak lebih dari tiga hari. Golongan ini, selain beralasan dengan hadits dari Munqid, juga mendasarkan pada hadits dari Ibn Umar tentang pernyataan Anas :

Artinya :”seorang laki-laki membeli seekor unta dari laki-laki laninnya, dan ia mensyaratkan khiyar selama empat hari . Rasulullah SAW membatalkan jual beli tersebut dan bersabda “khiyar adalah tiga hari” (HR Abdurazak) .

Sumber: dutadakwah.org