KESULITAN BELAJAR

KESULITAN BELAJAR

KESULITAN BELAJAR

KESULITAN BELAJAR

Kesulitan belajar mempunyai pengertian yang luas dan dalam sebab menyangkut:

Kekacauan belajar

(learning disorder),

b. Adanya gejala proses belajar tidak berfungsi secara. baik (learning disfunction), meskipun tidak menujukkan gejala sub normalitas atau gangguan alat deria (indriani) atau gangguan psikologis.

c. Siswa yang memiliki tingkat potensi intelaktual tergolong tidak normal (underachiever)

d. Anak yang yang lambat dalam melakukan proses belajar (slow learner)
Kesulitan belajar pada dasarnya suatu gejala yang nampak dalam berbagai jenis manifestasi tingkah laku. Gejala kesulitan belajar akan dimanifestasikan baik secara langsung maupun tidak langsung, juga dalam berbagai bentuk tingkah laku. Misalnya saja,

(a) Sesuai dengan pengertian kesulitan belajar, tingkah laku yang dimanifestasikannya ditandai dengan adanya hambatan-hambatan tertentu. Gejala ini akan tampak dalam aspek motorik, kognitif, konatif (kehendak) dan afektif baik dalam proses maupun hasil belajar yang dicapainya. Contoh sulit dan lambat dalam berkomunikasi.

(b) Beberapa ciri tingkah laku yang merupakan pernyataan suatu

manifestasi

(pengeja wantahan) gejala kesulitan belajar antara lain:

(1) Menunjukkan hasil belajar yang rendah dibawah rata-rata nilai yang dicapai oleh kelompoknya atau di bawah potensi yang dimilikinya.

(2) Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang telah dilakukan. Mungkin ada murid yang selalu berusaha untuk belajar dengan gist tetapi nilai yang dicapai selalu rendah.
(3) Lambat dalam melakukan tugas-tugas kegiatan belajar. Ia selalu tertinggal dari kawan-kawannya dalam menyelesaikan tugas-tugas sesuai dengan waktu tyang tersedia. Misalnya rata-rata siswa dapat menyelesaikan tugas daam 40 menit, maka siswa yang menghadapi kesulitan belajar memerlukan waktu yang lebih lama karena dengan waktu yang tersedia ia tidak dapat menyelesaikan tugasnya.
(4) Menunjukkan sikap-sikap yang kurang wajar, seperti acuh tak acuh, menentang, berpura-pura, dusta, dan sebagainya.

Baca juga: Teks Proklamasi

(5) Menunjukkan tingkah lau yang berlainan, seperti membolos, dating terlambat, tidak mengerjakan peerjaan rumah, mengganggu dalam atau di luar kelas, tidak mau mencatat pelajaran, tidak teratur dalam kegiatan belajar, mengasingkan diri, tersisihkan tidak mau bekerja sama, dan sebagainya.
(6) Menunjukkan gejala emosional yang kurang wajar seperti pemurung, mudah tersinggung, pemarah, tidak atau kurang gembira dalam menghadapi situasi tertentu, misalnya dalam menghadapi nilai rendah tidak menunjukkan adanya perasaan sedih atau menyesal, dan sebagainya.