Indonesia tetapkan frekuensi 5G setelah Oktober 2019

Indonesia tetapkan frekuensi 5G setelah Oktober 2019

Indonesia tetapkan frekuensi 5G setelah Oktober 2019

Indonesia akan menetapkan frekuensi jaringan Internet generasi kelima atau 5G setelah pelaksanaan Konferensi Komunikasi Radio Dunia (WRC) yang dijadwalkan berlangsung di Mesir, Oktober 2019.

“Konferensi empat tahunan itu menentukan band frekuensi suatu teknologi. Jadi kami sedang menunggu acara WRC,” kata Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Ismail saat ditemui dalam Forum Qualcomm di Jakarta, Selasa.

Meski belum ditetapkan, namun Kominfo berencana memanfaatkan frekuensi middle band

3,5 Ghz yang sudah digunakan untuk satelit dan akan dikonsolidasikan dengan frekuensi 5G.

“Jadi kami akan atur frekuensi di 3,5 digunakan satelit dan 5G itu bisa digunakan bareng,” ujarnya.

Frekuensi tersebut, kata dia, bukan khusus hanya di Indonesia tapi yang ada di seluruh dunia atau world wide platform sehingga akan mempermudah operator dalam hal biaya investasi.

Meski demikian, penerapan teknologi 5G di Tanah Air saat ini tidak langsung dinikmati oleh

konsumen melainkan akan diarahkan terlebih dahulu untuk kawasan industri.

Komersialisasi 5G hingga di tangan masyarakat, kata dia, tergantung kesiapan dari masing-masing operator telekomunikasi yang sebelumnya sudah melakukan uji coba.

Operator yang sudah melakukan uji coba 5G itu yakni Telkomsel, XL, Indosat dan Tri.

Sementara itu, Country Manager Qualcomm Indonesia Shannedy Ong dalam forum bertema

“Era Industri Pintar dan Saling Terkoneksi” mengungkapkan kendala utama komersialisasi penerapan 5G di Indonesia adalah belum adanya alokasi spektrum.

 

sumber :

https://www.sekolahbahasainggris.co.id/seva-mobil-bekas/