Hubungan dengan Pengukuran
Posted in: Pendidikan

Hubungan dengan Pengukuran

Hubungan dengan Pengukuran

Hubungan dengan Pengukuran
Hubungan dengan Pengukuran

1. Pengertian Evaluasi dan Hubungan dengan Pengukuran
Evaluasi artinya penilaian terhadap tingkat keberhasilan siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam suatu program. Padanan kata evaluasi adalah assessment yang menurut Tadff (1989) berarti proses penilaian untuk menggambarkan prestasi yang dicapai seorang siswa sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.[1]
Evaluasi pada dasarnya adalah memberikan pertimbangan atau harga nilai berdasarkan kriteria tertentu, untuk mendapatkan evaluasi yang meyakinkan dan objektif dimulai dari informasi-informasi kuantitatif dan kualitatif. Instrumennya (alatmya) harus cukup sahih, kukuh, praktis, dan jujur.[2]
Istilah evaluasi sering dikacaukan dengan pengukuran. Keduanya memang ada kaitan yang erat, tetapi sebenarnya mengandung titik beda. Pengertian pengukuran mencakup segala cara untuk memperoleh informasi yang dapat dikuantifikasikan, baik dengan tes maupun dengan cara-cara lain. Sedangkan pengertian evaluasi menekankan penggunaan informasi yang diperoleh dengan pengukuran maupun dengan cara lain untuk menentukan pendapat dan membuat keputusan-keputusan pendidikan.[3]
Dalam kaitan ini ada dua istilah yang hampir sama tetapi berbeda, yaitu “penilaian” dan “pengukuran”. Pengertian pengukuran terarah kepada tindakan atau proses untuk menentukan kuantitas sesuatu, karena itu biasanya diperlukan alat bantu. Sedangkan penilaian atau evaluasi terarah pada penentuan kualitas atau nilai sesuatu.
Walaupun terdapat perbedaan, kedua hal tersebut tak dapat dipisahkan karena berhubungan erat. Pelaksanaan penilaian terlebih dahulu harus didasarkan atas pengukuran-pengukuran. Sedangkan sebaliknya, pengukuran-pengukuran tidak akan berarti bila tidak dihubungkan dengan penilaian. Misalnya Ahmad mendapat skor mentah 90 (pengukuran), kemudian berdasarkan kriteria tertentu, maka Ahmad mendapat nilai “A” (penilaian).
Evaluasi tidak boleh dilakukan dengan sekehendak hati guru, anak didik yang cantik diberikan nilai tinggi dan anak didik yang jelek atau kurang cantik diberikan nilai rendah. Evaluasi dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan yang arif dan bijaksana, sesuai dengan hasil kemajuan belajar yang ditunjukkan oleh anak didik.
Dengan demikian, evaluasi adalah suatu tindakan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang arif dan bijaksana untuk menentukan nilai sesuatu, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif.[4]

Sumber :