Fardu- fardu shalat
Posted in: Pendidikan

Fardu- fardu shalat

Fardu- fardu shalat

Fardu- fardu shalat

  1. Niat karena Allah Ta’ala

!$tBur (#ÿrâÉDé& žwÎ) (#r߉ç6÷èu‹Ï9 ©!$#tûüÅÁÎ=øƒèC ã&s! tûïÏe$!$# uä!$xÿuZãm(#qßJ‹É)ãƒur no4qn=¢Á9$# (#qè?÷sãƒurno4qx.¨“9$# 4 y7Ï9ºsŒur ß`ƒÏŠ ÏpyJÍhŠs)ø9$# ÇÎÈ

Arinya:  Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[1595], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.

Dalam buku Ighatsatu’l Lahfan, Ibnul Qaiyim menyatakan: “niat artinya adalah menyenggaja dan sungguh-sungguh untuk melakukan sesuatu. Dan tempatnya ialah didalam hati, dan tak ada sangkut pautnya sama sekali dengan lisan. Dari itu tidak pernah diberitakan dari Nabi saw. Begitu juga dari para sahabat, mengenai lafadh niat ini.

  1. Takbiratul ihram

Takbiratul ihram ini hanya boleh dan tentu dengan iafal “Allahu Akbar”, ialah berdasarkan hadist Abu Humeid:

ان النبي صلى الله عليه وسلم كا ن ادا قا م الى الصلاة اعبتد ل قا ءما ورفع يد يه ثم قال: الله اكبر

Artinya: bahwa Nabi saw. Bila berdiri hendak mengerjakan shalat, ia tegak lurus dan mengangkat kedua belah tangannya lalu mengucapkan”Allahu Akbar”.

  1. Berdiri pada shalat fardhu

Hukumnya wajib berdasarka kitab, sunnah dan ijma’ bagi orang yang kuasa, firman Allah dalam QS. Al-baqarah 238

(#qÝàÏÿ»ym ’n?tã ÏNºuqn=¢Á9$# Ío4qn=¢Á9$#ur4‘sÜó™âqø9$# (#qãBqè%ur ¬! tûüÏFÏY»s% ÇËÌÑÈ

Artinya:  peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.

  1. Membaca Al-Fatihah

Membaca Al-Fatihah pada setiap rakaat dari shalat fardhu dan sunat. Telah diterima beberapa buah hadist shahih menyatakan fardunya membaca Al-Fatihah pada setiap rakaat . karena hadist-hadist itu merupakan hadist shahih .

  1. Rukuu’

Adapun ketika rukuu’, maka ikutilah tuntutan gerakan tangan dan tubuh sebagai mana berikut ini:[8]

1). Gerakan tangan ketika rukuu’. Mengankat kedua tangan hingga sejajar dengan kedua bahu, ketika bertakbir untukrukuu’ dan ketika bangun dari rukuu’.

2). Letak tangan disaat rukuu’. Posisi jari-jari setelahnya adalah berada di lulut (bukan di paha, dan bukan di betis).

3). Keadaan tubuh pada saat rukuu’. Punggung harus rata. Kepala tidak mendongak dan tidak menunduk ke bawah, melainkan harus lurus.

  1. I’ tidal

Jika kita selesai melaksanakan rukuu’ sebagaimana penjelasan di atas, maka gerakan berikutnya adalah i’tidal yaitu, gerakan yang dilakukan antara rukuu’ dan sujud dimana kita bangun dari rukuu’ kemudian berdiri tegak lurus sejenak, kemudian berikutnya berdiri.[9]

  1. Sujud

1).  Mengangkat kedua tangan, sebagaimana gerakan takbirotul ihrom.

Kemudian apabila seorang muslim hendak bergerak menuju sujud maka ia mengangkat kedua tangan terlebih dahulu sebagaimana gerakan takbirotul ihrom yang dijelaskan dalan hadist riwayat imam muslim no:n390 dari shahabat Abdullah bin Umar berikut ini belia berkata yang artinya:

“Aku melihat rasulullah saw apabila membuka shalat, maka beliau mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan kedua bahunya, dan ketika akan rukuu’ tetapi tidak mengangkat kedua tangannya diantara dua sujud.”

2)      Bergerak turun menuju sujud dan mengucapkan Alloohu Akbar ketika ia turun menuju  sujud.

3)       Meletakkan tangan terlebih dahulu sebelum dahulu sebelum lutut.

4)      Posisi tubuh saat sujud yaitu, dahi bersamaan dengan ujung hidung, ditempelkan pada tempat sujud.

  1. Duduk antara dua sujud

Apabila seseorang yang selesai melakukan sujud yang pertama, kemudian bangun dan menjelang sujud yang kedua, dalam setiap rakaat tentunya melakukan posisi duduk.

Dimana posisi duduk ini disebut duduk antara dua sujud. Dan duduk aantara dua sujud ini hendaknya memperhatikan hal berikut:[10]

1).  Pandangan mata ketempat sujud

2).  Duduk diatas kaki kiri

3). Telapak kaki kanan tegak lurus dengan ujung jari mengarah kearah kiblat

4).  Telapak tangan kanan diatas paha kanan dan telapak tangan kiri berada diatas paha kiri

  1. Tasyahud, adapun tentang tasyahud adalah sebagaimana dijelaskan berikut:

1).  Posisi duduk saat tasyahud, sebagaimana dalam hadist riwayat Al Imam An Nasaa’i no: 889, dishohihkan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albaany dari sahabat Wa’il bin Hujr, yang artinya:

“ sungguh aku melihat pada shalat rasul saw sebagaimana beliau shalat lalu beliau berdiri, kemudian bertakbir, kemudian mengangkat kedua tangannya sehingga sejajar dengan kedua telinganya, kemudian meletakkan tangan kanannya diatas telapak tangan kirinya dan pergelangan dan punggung lengan bawah tangan kirinya.”

 “Dan ketika hendak rukuu’ beliau mengangkat kedua tangannya sepertiitu, kemudian meletakkan kedua tangannya diatas kedua lututnya, kemudian ketika beliau mengangkat kepalanya dari rukuu’ melakukan hal yang sama, kemudian beliau sujud lalu mensejajarkan kedua telapaktanggannya dengan telinganya, kemudian duduk dan beriftirosy (menghapkan kaki kirinya) dan meletakkan telapak tangan kirinya diatas pahanya dan lututnya yang kiri, dan menjadikan sikutangan kanannya diatas paha kanannya, kemudian menggnggam dua dari jarinaya dan membentuk lingkaran, kemudian mengangkat jarinya. Aku melihat menggerak-gerakkannya saat berdoa.”

2).    Duduk iftirosi saat tasyahhud awal, hendaknya seseorang yang sedang shalat memposisikan durinya dalam sikap iftirosy. Duduk iftirosy tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

  • Duduk diatas kaki kiri
  • Telapak kaki kanan tegak lurus dengan ujung jari mengarah kearah kiblat
  1. salam

   Adapun ketika salam, hendaknya seseorang memalingkan kepalanya ke kanan hingga putih kikinya terlihat, kemudian memalingkan kepalanya ke kiri sehingga putih pipinya terlihat.

  1. Sunat-sunat shalat
  2. Mengangkat kedua belah tangan
  3. Menaruh tangan kanan di atas tangan kiri
  4. Do’a iftitah
  5. Isti’adzah
  6. Membaca amin
  7. Membaca Al-Qur’an setelah Al- Fatihah
  8. Membaca takbir sewaktu berpindah

Sumber: https://ppidkabbekasi.id/go-weather-forecast-apk/