Eksposur-eksposur Bisnis Umum

EksposurEksposur-eksposur Bisnis Umumeksposur Bisnis Umum

Eksposur-eksposur Bisnis Umum

EksposurEksposur-eksposur Bisnis Umumeksposur Bisnis Umum
Eksposur-eksposur Bisnis Umum

EKSPOSURES :

1. Sanksi Perundangan

2. Pendapatan Menurun

3. Penipuan & penggelapan

4. Akuntansi Tidak Akurat

5. Kalah Kompetitif

6. Kehilangan Aktiva

7. Gangguan Bisnis

8. Biaya Berlebihan

–  Siklus Pendapatan

1.      Pelanggan diotorisasi sesuai dengan kriteria manajemen.

2.      Harga dan syarat barang dan jasa yang dilakukan harus diotorisasi       sesuai dengan kriteria manajemen.

3.      Seluruh pengiriman barang dan jasa yang dilakukan harus tercermin dalam penagihan kepada pelanggan.

4.      Penagihan kepelanggan harus diklasifikasikan, diikhtisarkan dan dilaporkan secara akurat.

– Siklus Pengeluaran

1.      Pemasok harus diotorisasi sesuai dengan criteria manajemen

2.      Karyawan harus dipekerjakan Sesuai dengan criteria manajemen

3.      Akses kecatatan kepegawaian, penggajian, dan pengeluaran hanya diperbolehkan sesuai dengan criteria manajemen

4.      Tarip kompensasi dan pengurangan gaji harus diotorisasi sesuai dengan criteria manajemen

5.      Jumlah yang disampaikan kepada pemasok harus diklasifi-kasikan, diikhtisarkan, dan dilaporkan secara akurat

– Siklus Produksi

1.      Rencana produksi harus diotorisasi sesuai criteria manajemen

2.      Harga pokok produksi harus diklasifikasikan,diikhtisarkan secara akurat

–  Siklus Keuangan

1.      Jumlah dan waktu transaksi utang diotorisasi sesuai kriteria manajemen

2.      Akses ke Kas dan Efek hanya diperbolehkan sesuai kriteria manajemen

Unsur-unsur Pokok SPI ( Struktur Pengendalian Intern )

SPI memiliki 4 unsur pokok :

1. Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas.

2. Sistem wewenang (otorisasi) dan prosedur pencatatan yang baik yang dapat mengamankan Aktiva, Hutang, dan Modal

3. Praktik yang sehat (Sound practice)

4. Pegawai yang cakap

Pemisahan Tanggung jawab Fungsional

Contoh:

1.   Bagian Order penjualan terpisah dari bagian Gudang, bagian akuntansi, dan penerimaan kas.

2.   Bagian Piutang terpisah dari bagian Penerimaan Kas

Sistem wewenang dan prosedur pencatatan

Contoh:

1. Cek harus ditandatangani oleh pejabat berwenang (specimen)

2. Sebelum mencatat kedalam kartu piutang terlebih dahulu faktur penjualan dicocokkan dengan orde pengiriman.

3. Formulir Faktur penjualan ditandangani oleh bagian order penjualan atau pejabat yang lebih tinggi.

Praktik yang sehat (Sound practice)

Contoh:

1.      Order pembelian diterbitkan atas dasar permintaan pembelian dari bagian yang membutuhkan.

2.      Formulir Order pembelian harus bernomor urut tercetak, dan penggunaannya dipertanggung jawabkan

3.      Formulir bukti kas masuk dan kas keluar harus bernomor urut tercetak, dan penggunaannya dipertanggung jawabkan.

Pentingnya SPI bagi Auditor

  • Unsur SPI point 1 dan 2 disebut Unsur SPI point 1 dan 2 disebut Pengendalian Akuntansi.
  • Unsur SPI point 3 dan 4 disebut juga Unsur SPI point 3 dan 4 disebut juga Pengendalian administratife.
  • Auditor sangat berkepentingan terhadap Sistem pengendalian Akuntansi, dalam rangka menilai kekuatan dan kelemahan Sistem Pengendalian Intern perusahaan yang di audit.
  • Sehingga dalam SPAP (standar professional Akuntan publik) diatur tentang pentingnya memahami SPI.
  • Standar pekerjaan lapangan yang kedua menyatakan: “Pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang akan dilakukan”.

Baca Juga :