Posted in: Agama

Cikal Bakal Kemunduran Dinasti Abbasiyah

Cikal Bakal Kemunduran Dinasti Abbasiyah

Cikal Bakal Kemunduran Dinasti Abbasiyah

Cikal bakal kemunduran Dinasti Abbasiyah ini sebenamya telah terlihat sejak periode pertama Banyak tantangan dan gangguan yang dihadapi dinasti ini. Beberapa gerakan politik yang merongrong pemerintah dan mengganggu stabilitas negara muncul dimana-mana, baik gerakan dari kalangan intern Bani Abbas sendiri (seperti pemberontakan Abdullah bin Ali dan Saleh bin Ali) maupun dari luar (seperti gerakan kelompok Rawandiyah) yang terjadi pada masa khalifah Abu Ja’far al-Mansyur. Namun, semuanya dapat diatasi dengan baik sehingga dengan keberhasilan mengatasi gejolak ini semakin memantapkan posisi dan kedudukan khalifah sebagai pemimpin yang tangguh.
Dengan keberhasilan menumpas semua bentuk pemberontakan pada periode pertama masa kekhalifahan dinasti ini diakhirnya mencapai masa kemajuannya bahkan kejayaan.Akan tetapi pada periode berikutnya pemerintahan dinasti ini mulai menurun terutama dibidang politik.Stabilitas tidak lagi terjaga, khalifah hanya sebagai simbolik dan boneka, serta semakin sempitnya wilavah kekuasaan dinasti ini merupakan wujud nyata kemunduran dinasti ini.Akan tetapi kemunduran dinasti Abbasiyah ini hanya terjadi pada bidang politik dan ekonomi saja, adapun bidang peradaban terus mengalami kemajuan.Dan anehnya, masa keemasan bidang peradaban ini terjadi justru tatkala dinasti Abbasiyah ini mulai menurun.
Berikut penulis kemukakan dua peristiwa kemunduran dinasti Abbasiyah, yakni peristiwa al-Amin dan al-Makmun dan khilafah al-Mutawakkil.

1. Al-Amin dan al-Makmum

Khalifah Harun al-Rasyid telah mewasiatkan tahta kekhalifahan kepada ketika orang puteranya dengan membagikan pula perbatasan kerajaan dikalangan mereka yaitu putra tertuanya al-Amin menguasai daerah Iraq, putra keduanya al-Makmun diserahkan wilayah Khurasan dan al-Qasyim putra ketiga diserahkan wilayah al-Jariyah (Semenajung Arab). Setelah kematian Harun, al-Amin berusaha mengkhianati hak adik-adiknya dan menunjuk anak laki-lakinya Musa sebagai penggantinya kelak.Akibatnya pecahlah perang sipil. Al-Amin didukung, oleh militer Abbasiyah di baghdad, sementara al-Makmun harus berjuang untuk memerdekakan Khurasan dalam rangka untuk mendapatkan dukungan dari pasukan perang Khurasan. Al-Makmun berhasil mengalahkan saudara tuanya dan dan mengklaim khilafah pada tahun 813 M. Sejak peristiwa ini teriadi persaingan antara golongan Arab dan Persia. Golongan Arab mendukung al-Amin, sedangkan golongan persia mendukung al-Makmun.

Baca Juga: Sholat Rawatib

2. Khilafah Al-Mutawakkil sebagai Awal Kemunduran Dinasti Abbasiyah

Khalifah al-Watsiq meninggal tanpa sempat mengatur penggantian tahta.Karena itu sejumlah orang yang paling berpenganruh di istana bertemu untuk memutuskan siapa yang harus menggantikan. Wazir dan beberapa orang lain ingin menunjuk putra al-Watsiq, tetapi dia masih agak muda, dan mereka akhirnya bersedia menerima saudara laki-laki al-Watsiq yaitu Ja’far yang berusia 27 tahun dan kemudian bertahta dengan nama al-Mutawakkil. Akan tetapi, khalifah al-Mutawakkil adalah seorang khalifah yang lemah. Tindakan pertama yang ditempuhnya adalah memecat dan menghukum pihak-pihak yang tidak mendukung pencalonan dirinya. Perwira-perwira Turki yang menetang pencalonan dirinya tidak hanya diberhentikan dari jabatannya, melainkan juga dihukum bunuh. Aliran rasionalisme dilarang dan ia membebaskan Ahmad bin Hambal dari penjara. Al-Mutawakkil juga tidak toleran terhadap kelompok syiah.Sehingga sikap sembrononya ini menimbulkan berbagai aksi protes dan pemberontakan seperti pemberontakan yang terjadi di Armenia dan Hims. Meski seluruh kekacauan dalam negeri ini dapat ditaklukkan dengan tangan besinya, akan tetapi pada masa pemerintahannyalah menandai awal kemunduran dinasti Abbasiyah ini. Sepeninggalnya dinasti ini mengalami masa kemunduran secara drastis.Tahta khilafah selanjutnya dijabat oleh para penguasa yang tidak cakap, sehingga kondisi politik yang semakin kritis tidak dapat diselesaikannya, bahkan keberadaan para khalifah bagaikan penguasa boneka yang relatif kecil pengaruhnya. Pasca kepemimpinan alMutawakkil inilah orang Turki mulai menguasai pemerintahan.

Kedua peristiwa diatas merupakan cikal bakal munculnya persaingan diantara golongan-golongan yang ada dibawah pemerintahan dinasti Abbasiyah.Persaingan ini pula yang menyebabkan berpindahnya kekuasaan dari tangan Bani Abbasiyah kepada golongan yang memiliki kekuatan, seperti Persia dan Turki.Persaingan ini pula yang kelak menjadi salah satu faktor terjadinya disintegrasi. Dalam dinasti Abbasiyah dan berimbas pada kemunduran dinasti ini.