Cara-Cara Mengawetkan Kayu
Posted in: Umum

Cara-Cara Mengawetkan Kayu

Cara-Cara Mengawetkan Kayu

Mengawetkan kayu merupakan kegiatan memasukkan bahan racun ke dalam kayu untuk melindungi kayu dari serangan makhluk hidup perusak kayu yang berasal dari luar seprti serangga, jamur, dan binatang laut (Dumanauw, 1990). Cara-cara mengawetkan kayu menurut Dumanauw (1990) terdiri dari 5 cara yaitu sebagai berikut.

1. Cara Rendaman

Cara rendaman dilakukan dengan merendam kayu di dalam suatu bak yang berisi larutan bahan pengawet dengan konsentrasi tertentu. Ketika kegiatan pengawetan (perendaman) berlangsung, kayu harus terendam secara keseluruhan tanpa mengalami pengapungan. Namun, beberapa jenis kayu tertentu tidak dapat terendama secara kseluruhan. Untuk mengatasi hal tersebut perlu memberikan beban terhadap kayu yang akan direndam sebagai pmberat (Dumanauw, 1990).

Kegiatan perendaman kayu terbagi menjadi beberapa macam yakni rendaman dingin, rendaman panas, dan rendaman keduanya (panas dan dingin). Rendaman dingin biasanya dilakukan dalam suatu bak yang terbuat dari beton, kayu, maupun logam anti karat. Sedangkan rendaman panas serta rendaman panas dan dingin dilakukan dalam sebuah bak yang terbuat dari logam. Perendaman untuk melakukan pengawetan terhadap kayu yang memiliki jumlah banyak harus dilakukan pada dua bak. Bak pertama digunakan untuk mrendam kayu sedangkan bak kedua digunakan untuk membuat larutan pengawet. Selanjutnya kedua bak tersebut diberikan saluran supaya keduanya terhubung. Diantara beberapa cara perendaman yang tertulis di atas, cara rendaman panas dan dingin lah yang memiliki kemampuan lebih baik karena mampu membuat kayu lebih dalam menyerap penetrasi dan retensi bahan pengawet (Dumanauw, 1990).

Adapun beberapa keuntungan melakukan cara perendaman dalam mengawetkan kayu adalah penetrasi dan retensi bahan pengawet lebih banyak, kayu dapat diawetkan secara bersamaan dalam jumlah yang banyak, dan larutan bahan pengawet bisa digunakan secara berulang dengan menambah konsentrasi larutan apabila berkurang. Sedangkan kerugiannya adalah waktu yang digunakan agak lama (terutama pada rendaman dingin), alat-alat yang digunakan mudah terkena karat, pada cara rendaman panas, kayunya dapat terbakar, dan kesulitan dalam pengawetan kayu basah (Dumanauw, 1990).

2. Cara Pencelupan

Mengawetkan kayu dengan cara pencelupan dilakukan dengan memasukkan kayu ke dalam bak yang telah diisi larutan bahan pengawet dengan konsentrasi yang telah ditentukan dan dengan waktu yang singkat biasanya beberapa menit bahkan detik. Cara pencelupan untuk mengawetkan kayu biasanya dilakukan di berbagai industri penggergajian dengan maksud mencegah serangan jamur blue stain terhadap kayu. Keberhasilan pengawetan kayu dengan cara pencelupan akan lebih membereikan hasil yang baik apabila kayu yang diawetkan dalam keadaan kring dengan bahan pengawetnya dipanaskan lebih dahulu (Dumanauw, 1990).

Adapun beberapa keuntungan melakukan cara pencelupan dalam mengawetkan kayu adalah memiliki proses yang cepat, larutan bahan pengawet bisa digunakan secara berulang sehingga lebih hemat, dan peralatan yang dibutuhkan cukup sederhana. Sedangkan kerugian yaitu penetrasi dan retensi bahan pengawet sangat sedikit terutama pada kayu basah dan larutan bahan pengawet melapisi kayu dengan tipis sehingga bahan pengawet tersebut mudah luntur (Dumanauw, 1990).