Ancaman Perangkat Lunak Palsu
Posted in: Teknologi

Ancaman Perangkat Lunak Palsu

Ancaman Perangkat Lunak Palsu

Ancaman Perangkat Lunak Palsu
Ancaman Perangkat Lunak Palsu

BILA selama ini kita melihat pembajakan film dan lagu, ternyata tanpa disadari

tingkat pembajakan tertinggi terjadi pada perangkat lunak komputer atau software. Setidaknya 84% pengguna dari seluruh pengguna software di Indonesia menggunakan software hasil bajakan.

Penggunaan produk bajakan di Indonesia masih terbilang tinggi. Tidak semata perorangan, tapi juga organisasi. Masyarakat Indonesia Antipemalsuan (MIAP) mencatat penggunaan software palsu di Tanah Air ada di peringkat empat.

“Setidaknya ada beberapa kategori produk palsu yang paling banyak digunakan

konsumen di Indonesia, antara lain tinta printer (49,4%), pakaian (38,90%), barang dari kulit (37,20%), software (33,50%), produk kosmetik (12,60%), makanan dan minuman (8,50%), serta produk farmasi (3,80%),” kata Sekretaris Jenderal MIAP Justisiari P Kusumah di Jakarta, Jumat (30/9).

Sayangnya, kesadaran menggunakan software asli masih minim. Padahal, sejumlah ancaman siap menanti Anda, lo, seperti kerusakan file, pencurian data pribadi, dan penyusupan privasi atau malware.

Tak mengherankan bila PT Microsoft Indonesia sebagai anggota MIAP pun

menyosialisasikan bahaya penggunaaan counterfi et software melalui edukasi Anti-Piracy kepada para konsumen di Indonesia bertajuk #Cariyangori. Penelitian yang dilakukan Microsoft dan Internasional Data Corporation (IDC) pada 2014 menunjukkan konsumen individu bisa menghabiskan US$25 miliar atau sekitar Rp377 triliun dan membuang waktu sebanyak 1,1 miliar jam untuk mengidentifi kasi, memperbaiki, dan memastikan perangkat mereka terbebas dari malware.

sumber :

https://uberant.com/article/728914-image-resizer/